Efek “Lebaran”

1 Komentar

Setiap peristiwa yang terjadi dan dilalui oleh setiap orang mempunyai efek atau pengaruh yang berbeda-beda pada diri tiap orang.
Bulan ramadhan adalah rangkaian waktu dari sekian panjangnya rangkaian waktu yang tidak ada satupun manusia mengetahui kapan berakhirnya. Siklus ramadhan akan senantiasa berulang di tiap tahun hijriah, membawa berbagai perubahan pada diri tiap pribadi yang menjalani puasa maupun yang tidak menjalankan ibadah puasa. Perubahan tersebut berbeda-beda pada tiap individu.
Setelah ramadhan berakhir waktu berganti ke bulan syawal, di mana tanggal 1 Syawal disebut dengan hari raya Idul Fitri dan di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya populer dengan sebutan LEBARAN.
Konon menurut orang tua asli betawi ( *Jakarta) dahulu kala pada saat idul fitri orang betawi zaman dulu saling maaf maafan sembari berkata LEBARAN ya buka pintu maafnya. (Pengucapan kata Lebar sama dengan pengucapan pada kata lebar x tinggi). Lama kelamaan pengucapan kata Lebaran berubah jadi seperti saat ini.
Harapan dari pengucapan kata lebaran adalah agar pintu maaf dibuka lebih lebar, dengan itu silaturahmi jadi semakin baik, tingkat saling percaya dan saling mengerti makin tinggi, dengan itu persaudaraan makin luas, relasi bertambah, langkah semakin ringan untuk berjalan, kalau semua itu tercipta insya Alloh ibadah akan semakin baik, hablum minannas akan harmonis, peluang menjemput rejeki lahir batin semakin terbuka lebar, semoga pintu ridho Alloh semakin terbuka lebar.
Demikian harapan pengucapan kata LEBARAN. Sebuah kata sederhana yang terselib sebuah doa yang besar, sungguh cerdas yang mempopulerkan kata LEBARAN.
Semoga bermanfaat, mohon maaf jika kurang berkenan di hati pembaca.
Selamat LEBARAN.

Lebaran

1 Komentar

Lebaran,

Sebuah istilah yang sangat populer di Indonesia, sebutan lain dari kata Hari “Perayaan” Idul Fitri, dalam kalender Hijriah bertanggal 1 Syawal.

Entah siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Saya pernah mendengar dari seorang sesepuh betawi bahwa lebaran dipopulerkan oleh orang betawi. Begini ceritanya, dahulu kala setelah sholat Id segenap warga bersilaturahmi satu sama lain, maaf-maafan (saling memaafkan beneran lho, bukan bo’ongan) sembari berkata “lebaran (lebih lebar / pengucapannya seperti pada kata panjang x LEBAR) ya buka pintu maafnya buat gue”. Berulang-ulang kata “LEBARAN” buka pintu maafnya diucapkan oleh setiap warga hingga lama kelamaan kata “LEBARAN” menjadi populer seperti saat ini, tapi pengucapannya sudah berbeda . Saat ini pengucapan kata LE-baran (LE-nya lebih tebal), kalo dulu pengucapannya seperti pengucapan pada panjang x LEBAR x tinggi. Demikian…..

Istilah, sejauh suatu istilah dapat mewakili makna yang ingin disampaikan maka istilah tersebut lama-kelamaan akan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik, hanya saja makna istilah tersebut semestinya senantiasa di ingatkan bagi para pengguna istilah tersebut.

Jika kita menggunakan kata Lebaran, akan lebih baik jika kita pun mampu memahaminya, hendaknya kita mampu untuk membuka lebih LEBAR pintu maaf bagi sesama, namun sejauh mana seseorang mampu membuka pintu maaf bergantung pada kualitas iman dan kebijaksanaan dirinya.

Kadang proses membuka pintu maaf tidak mudah pada sebagian orang dengan kasus tertentu, demikian yang kerap terjadi dengan diri saya. Sulit rasanya membuka pintu maaf untuk seseorang yang telah benar” mengecewakan diri, kadang hanya sebatas istighfar saja yang terucap belum mampu membuka pintu maaf yang seLEBAR-LEBARnya untuk orang tertentu. Karena itu, kita diberi kesempatan beberapa kali oleh Alloh untuk menjalani Ramadhan hingga dari waktu ke waktu kita dapat memperbaiki diri melalui proses yang berkesinambungan.

Ramadhan telah lewat, dosa masih menumpuk, bahkan membuka pintu maaf pun belum maksimal.

Ya Alloh, ampuni aku yang belum mampu maksimal membuka pintu maaf untuk orang yang telah mengecewakan hamba.

Ya Alloh, ampuni aku yang belum mampu berlapang dada kala kesempitan kau amanatkan padaku.

Ya Alloh, ampuni aku yang tidak mampu memanfaatkan Ramadhan secara maksimal untuk mendekatkan diriku pada-MU.

Ya Alloh, ampuni aku…. ampuni aku…. ampuni aku..

Anugerahkan hamba kesempatan untuk memperbaiki diri hamba,

Anugerahkan hamba kemudahan dalam memperbaiki diri menuju keridhoan-MU.

Ya Alloh, santuni hamba dengan kelembutan-Mu

Amin….

Ya Robb Al Amin.

%d blogger menyukai ini: