BBTC 2.0 Personal Version. Capture 1.

2 Komentar

BBTC 2.0 Personal Version
Be Brave To Changed 2.0 Personal Version. Capture 1

Prolog
Perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik (sesuai dengan standard kebenaran) memerlukan proses, cepat atau lambat bergantung pada kuatnya niat, lurusnya niat (mencari ridho Sang Khalik) dan intensitas ibadah seseorang, selain itu keberanian diri untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik sangat diperlukan, bahkan keberanian diri untuk berubah merupakan faktor penting dalam meniti perubahan.
Mengapa keberanian diperlukan dalam proses perubahan? Karena tiap perubahan senantiasa akan menghadapi cobaan dalam perjalanannya, cobaan tersebut bisa kecil bisa juga besar, cobaan bisa datang dari diri sendiri (internal) maupun dari luar diri (eksternal : orang lain dan lingkungan).

Capture 1. Berani mengakui kesalahan

Berani mengakui kesalahan adalah salah satu langkah awal menuju perubahan.
Mengakui kesalahan kita kepada Sang Khalik, Alloh Subhana Wa Ta’ala. (bertaubat)
Mengakui kesalahan kita kepada mahluk-mahluk Alloh. (Minta maaf)
Dengan keberanian mengakui kesalahan maka paradigma kita yang salah akan terkoreksi, sedikit demi sedikit mengarah pada paradigma yang baik, dengan mengakui kesalahan berarti hati dan pikiran kita tengah me”refresh” data base kebenaran yang sesungguhnya telah tertanam di dalam hati, suara hati yang menyimpan kebenaran tengah dibersihkan melalui proses taubat tersebut.

Bagaimana menurut pembaca? Silahkan memberi masukan untuk “software BBTC 2.0 Personal Version Capture 1” ini…… Dan menurut pembaca apa capture 2 nya?..
Terima kasih sudah mau membaca dan berbagi pendapat.

*bersambung*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Iklan

Be BRAVE to CHANGED (part 2)

3 Komentar

Sadar atau tidak kita hidup di dunia yang selalu berubah tiap saat, perubahan itu adalah dinamika hidup yang senantiasa kita rasakan. Sadarkah kita bahwa komposisi awan (bentuknya) yang kita lihat di langit tidak pernah sama, sadarkah kita udara yang kita hirup senantiasa berbeda komposisinya, sadarkah kita bahwa kegiatan rutin yang sepertinya sama sebenarnya senantiasa berbeda. Tiap saat kita hidup di tengah perubahan, lingkungan yang dinamis.
Secara fisik kita senantiasa berubah, perubahan fisik secara pasti menuju tua, pun demikian keadaan jiwa kita, senantiasa berubah hanya saja arah perubahan dan kecepatan perubahan tiap orang berbeda bergantung pada cita-cita, dan paradigma seseorang tentang hidup dan kehidupan.

Dimana POSISI JIWA kita saat ini? Seberapa berkualitaskah kehidupan spritual kita saat ini? Seberapa berkualitaskah cita-cita kita? Seberapa dekatkah paradigma kita (tentang hidup dan kehidupan) dengan kebenaran?

Hati yang selamat, jiwa yang tenang dan akhir (kematian) yang baik, sebaiknya tiga hal tersebut dapat dijadikan bahan perenungan untuk kita.

Jika kondisi hati kita masih carut marut, jiwa kita tidak pernah tenang maka jangan harap akhir (kematian) kita berkualitas baik, bagaimana kualitas mati yang baik? Baca sejarah orang-orang mulia!!! Ambil hikmah perjalanan hidup mereka, setelah itu kita akan lebih baik jika berani untuk berubah, berubah menjadi pribadi yang berparadigma baik dan benar.
Apa dan bagaimana paradigma yang baik dan benar? Belajar, dekati para alim, orang yang memiliki ilmu kebenaran, jangan berhenti belajar teruslah cari. Niatkan hati untuk mendekati kebenaran, insya Alloh, Sang Khalik akan menuntun kita.
Demikian, maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

*bersambung*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

%d blogger menyukai ini: