Menyikapi Cobaan Dalam Usaha (part 2) **Besar Kecilnya Usaha**

Tinggalkan komentar

Kalau tidak salah menurut aturan usaha yang ada di Indonesia yang disebut dengan usaha kecil adalah usaha yang memiliki modal di bawah 500juta rupiah, di atas itu disebut menengah dan usaha besar, besaran modal untuk usaha menengah/besar saya tidak tahu tepatnya berapa. Demikian definisi besar kecilnya usaha ditinjau dari KUANTITATIF MODAL/HARTA yang dimiliki sebuah usaha.

Tulisan kali ini mencoba untuk memperluas arti usaha kecil/besar, tidak hanya melihat dari sisi kuantitatif namun berusaha mencermati sisi kualitatif dari sebuah usaha/perusahaan.

Menurut saya perusahaan yang berkualitas adalah perusahaan yang mampu memberikan kemaslahatan yang maksimal bagi pihak eksternal dan internal perusahaan. Jika sebuah perusahaan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat, bermanfaat, dan memenuhi kebutuhan orang lain (personal/masyarakat) baik berupa barang ataupun jasa dengan kualitas yang memuaskan, serta segenap yang terlibat (internal perusahaan) merasa puas, dihargai dan mendapatkan rewards yang proporsional bahkan lebih maka perusahaan tersebut dapat dikatakan PERUSAHAAN BESAR, tak memandang berapa kuantitas modal/aset perusahaan tersebut.
Walau sebuah perusahaan hanya mempunyai modal/aset yang kecil tapi jika perusahaan tersebut memberikan kemaslahatan yang maksimal dan segenap personil (internal) yang terlibat merasa nyaman dan dihargai dengan baik maka perusahaan dengan modal kecil tersebut adalah PERUSAHAAN BESAR. Besar di mata dan di hati pihak eksternal maupun internal.
Idealnya, sebuah perusahaan itu besar dalam hal modal/aset serta besar dalam kualitas, seperti yang tersebut di atas.
Jika usaha Anda masih bermodal kecil jangan takut menghadapi perusahaan yang besar (modal/aset berlimpah) karena untuk jadi besar bukan modal atau aset yang utama namun kualitas yang utama.
Begitu juga jika usaha Anda telah besar dalam hal modal/aset jadikanlah usaha Anda besar sejati, besar di pandangan eksternal dan besar di internal.
Dari uraian di atas bukan berarti modal/aset besar tidak penting, namun hanya ingin mengingatkan bahwa seseorang/perusahaan dihargai secara tulus oleh pihak lain bukan dari seberapa besar aset yang dimiliki tapi seberapa besar kontribusi perusahaan tersebut bagi masyarakat (eksternal) dan seberapa baik dan tepat perusahaan memberikan rewards bagi segenap personil yang terlibat dalam usaha (internal).
Demikian tulisan ini dibuat untuk memotivasi penulis sendiri dan teman-teman penulis yang saat ini ingin bangkit untuk membangun usahanya kembali.
Semoga bermanfaat bagi pembaca, mohon maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

Keep struggle my friends !!!
ZAMCO’ers give your best shoot, stay together, improve your business !!!

Dedicated to:
ZAMCO

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Menyikapi cobaan dalam usaha

4 Komentar

Prolog
Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Setiap mahluk memiliki umur yang berbeda-beda, banyak hal yang mempengaruhi panjang-pendeknya umur seseorang.

Begitu pula halnya dengan sebuah usaha atau perusahaan, masing-masing memiliki rentang umur yang berbeda. Karena perusahaan itu terdiri dari kumpulan mahluk yang bernyawa dengan segala kompleksifitasnya.
Berapa banyak perusahaan yang lahir tiap harinya dan berapa banyak pula perusahaan yang mati, dari yang mati secara perlahan sampai dengan mati (bangkrut) secara mendadak seperti seseorang yang meninggal terkena serangan jantung.
Jika kita meyakini bahwa setiap mahluk pasti mengalami mati maka jangan harap usaha/perusahaan yang kita miliki bisa hidup terus dan imun dari bangkrut, tidak ada yang abadi. Namun dengan memiliki pandangan seperti itu bukan berarti kita lemah dalam mengelola usaha/perusahaan, justru dengan itu seorang pengusaha yang bijak akan semaksimal mungkin memajukan usahanya dan akan dengan ikhlas berbagi keuntungan besar yang ia dapat untuk kesejahteraan bersama, setiap personil yang terlibat dilihat sebagai aset berharga bukan hanya sekedar alat yang digunakan untuk mencapai tujuan. Karena pada titik tertentu, apapun usaha Anda, berapapun modal atau aset yang Anda miliki, seberapapun solidnya team kerja Anda, seberapapun canggih sistem yang Anda miliki, yakinlah suatu saat PASTI akan mengalami cobaan.
Selayaknya manusia yang memiliki 2 jenis cobaan; cobaan dengan kelebihan dan cobaan dengan kekurangan. Usaha ataupun perusahaanpun akan dicoba dengan kesulitan dan kekurangan serta akan dicoba dengan keuntungan yang berlimpah dan dengan aset yang besar. Sikap dalam menghadapi dua kondisi yang berbeda itu pun tentunya akan berbeda. Bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi ke dua jenis cobaan tersebut? Tentunya kita mesti kembali kepada ajaran mulia Sang Maha Pencipta.
Apapun jenis godaan yang di hadapi selayaknya rasa saling berbagi, saling menghargai, tidak tamak, tidak menimbun harta berlebihan untuk diri sendiri, adalah sikap minimal yang semestinya di miliki oleh tiap pengusaha, baik kecil maupun besar. Karena setiap yang bernyawa pasti akan mati, karena itu kualitas hidup sebelum mati semestinya menjadi prioritas dalam hidup dan menjalankan usaha.

*bersambung kapan-kapan*

Dedicated to ZAMCO…..
Wake up bro, keep believe !!!

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Totalitas bekerja, Komitmen !!!

Tinggalkan komentar

Banyak profesi yang bertebaran di muka bumi ini. Dari sekian banyak profesi, berdagang atau dalam bahasa kerennya adalah mempunyai bisnis sendiri adalah sebuah profesi terbaik, menurut seorang bijak yang sangat saya panuti pernah berkata kurang lebih sebagai berikut,”Dari 10(sepuluh) pintu rejeki yang ada 9(sembilan) pintu rejeki terbuka dari sektor perdagangan (usaha/bisnis mandiri)”.

Idealnya tiap orang senantiasa berevolusi menuju kemandirian finansial dari bakat dan minat serta potensi yang dimilikinya menjadi seorang pengusaha (pedagang kecil sampai pengusaha besar), namun tidak semua orang mempunyai optimisme, dan kekuatan mental yang sama dalam menjalani evolusi ini, kalau ternyata memang tidak bisa berevolusi menjadi seorang pengusaha ya gak apa-apa toh pintu rejeki senantiasa terbuka.

Bagi yang saat ini masih bekerja atau terikat dengan pihak lain dalam mendapatkan rejeki ya santai aja, komitmen dengan bekerja secara maksimal karena memang disitulah amanahnya. Bagaimana komitmen itu? Ya,,,,, berempati terhadap perusahaan, berpikir maksimal untuk memajukan perusahaan, jika ternyata timbal baliknya tidak maksimal ya tenang aja, itu bukan wilayah kita, wilayah kita adalah menjalankan amanah dengan baik, selanjutnya bertawakal, toh setiap perbuatan baik akan mendapatkan imbalan baik pula, demikian logika etis sosial religius yang ada (yang saya yakini).

Have a nice job, have a nice business, have a nice activity for all aof my friends….

abcd0010

%d blogger menyukai ini: