Save Our Earth

Tinggalkan komentar

Sadar atau tidak suhu lingkungan kita makin meningkat, sadar atau tidak kita adalah bagian dari lingkungan yang makin hari makin panas, sadar atau tidak ketidakpedulian kita terhadap lingkungan akan makin memperparah lingkungan kita. Sadar atau tidak kita butuh pohon di lingkungan kita, untuk apa? untuk supply oksigen bagi proses metabolisme kita…. so guys, tanamlah pohon

dan kami produksi bibit pohon kurma.

Mengapa pohon kurma?  Karena dari hasil kajian kami ternyata pohon kurma sangat efektif dalam berkontribusi oksigen bagi lingkungan, karena pohon kurma telah berevolusi demikian hebat menjadi pohon yang dapat bertahan di lingkungan yang ekstrim, karena pohon kurma adalah tanaman yang paling banyak disebutkan dalam Al Quran, dan keistimewaan lainnya.

Bergabunglah bersama kami dalam menoreh SEJARAH di Indonesia, jadilah bagian SEJARAH PERKEMBANGAN POHON KURMA DI INDONESIA. Jadilah pionir dalam membudidayakan pohon kurma di Indonesia. Semoga keberkahan dan ridho Alloh swt senantiasa menaungi kita semua. Mari bergabung bersama kami.

HOTLINE: 081387107319 , 0817731225, 081806877929

tak ada satupun tanaman yang kita tanam menjadi sia-sia..
kontribusi Oksigen dari tanaman yang kita tanam bagi lingkungan sangatlah berarti, bagi kita, keluarga kita dan keturunan kita kelak.
Not just about profit, it’s to save our lovely earth..

http://berkahpohonkurma.wordpress.com

hotline cv bpk

 

eBook Kado Indah Untuk Cintaku

Tinggalkan komentar

Download eBook for FREE, klik gambar cover eBook di bawah ini… Selamat menikmati, semoga bermanfaat.

Semoga bermanfaat !!!

Public Diplomacy 2.0 part 2 (Business Version) = I’m [your] sense

Tinggalkan komentar

Melanjuti tulisan saya sebelumnya yang berjudul Public Diplomacy 2.0, tulisan kali ini mencoba membahas kebijakan tersebut untuk dapat di aplikasikan dalam sebuah usaha/perusahaan. (Penulis menganjurkan pembaca untuk membaca tulisan sebelumnya)

Di era teknologi informasi saat ini, selayaknya sebuah usaha menerapkan strategi Public Diplomacy 2.0, selain strategi ini low cost (berbiaya rendah) hasilnya pun sangat baik dan efektif / high impact (efektifitas tergantung dari penguasaan pelaku usaha terhadap fitur-fitur yang ada di web 2.0). Untuk membedakan Public Diplomacy 2.0 yang saya bahas di tulisan saya sebelumnya, maka saya menamakan Public Diplomacy 2.0 business version dengan nama Integrated Marketing Sales aNd SErvice yang saya singkat dan ingin saya populerkan dengan istilah I’M SENSE.

I’m [your] Sense

Integrated Marketing, Sales and Services, Pemasaran, Penjualan dan Pelayanan Terpadu. I’m sense adalah sebuah tools yang mampu mengintegrasikan ke tiga elemen penting dalam usaha tersebut, dengan biaya yang relatif murah, tools I’m sense ini saya yakini mampu meningkatkan revenue dan kedekatan psikologis antara pelaku usaha dan konsumen menjadi semakin dekat dan dalam jangka pendek dan panjang akan sangat menguntungkan ke dua pihak. Sudah terbukti !!!

How it works?

Tools I’m Sense “bekerja” dengan porsi 80% di web 2.0 dan 20% offline.
Keterangan yang lebih detail mengenai bagaimana I’m Sense bekerja akan saya sambung di http://iamsense.wordpress.com atau dapat langsung menghubungi saya via e-mail: arie_joel@yahoo.com
Jika Anda pemilik usaha, manager pemasaran, penjualan, PR, atau posisi lain yang berkaitan erat dengan peningkatan revenue yang efektif dan efisien, segera dan jangan ragu menghubungi saya via e-mail, let’s talking about business…

Demikian, terima kasih.

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Obrolan Warung Kopi

3 Komentar

Pagi jelang siang hari ini, sepulang dari Kampus IPB Dramaga, sembari menunggu bus Transpakuan di terminal bis Bubulak saya duduk di warung kopi yang berdempetan dengan mushola. Di samping saya duduk seorang Bapak (supir bis Transpakuan) sedang berbincang dengan pemilik warung yang dipanggil Pak Kumis. Selintas obrolan mereka biasa saja dan dikarenakan menggunakan bahasa Sunda yang kurang begitu saya pahami secara detail maka saya hanya memahaminya secara garis besar saja inti obrolan mereka tersebut.
Mereka membahas tentang keberhasilan yang tertunda !!! Luar biasa!!!!. Pak supir menceritakan tentang kisahnya dulu sewaktu masih jadi supir angkot, kala itu ia “narik” (istilah yang sering digunakan untuk bekerja sebagai supir angkot) mobil angkot milik orang lain, ia bekerja dengan tekun hingga pada suatu hari ia tidak diperbolehkan lagi “narik” angkot dikarenakan ada saudara pemilik angkot yang ingin “narik” juga, pak supir tersebut merasa diperlakukan tidak adil namun ia menerimanya dengan sabar. Orang tua pak supir tersebut mengetahui kejadian tersebut dan karena orang tuanya mengetahui performance dan kinerja pak supir tersebut baik maka esok harinya orang tua pak supir membelikannya angkot baru dengan cara hard cash.
Pak supir tersebut menceritakan kisahnya dengan antusias sembari menutup ceritanya dengan ucapan yang saya mengerti dengan baik (menggunakan bahasa Indonesia), dia bilang peristiwa yang mengecewakan adalah KEBERHASILAN YANG TERTUNDA, buah dari kinerja yang baik sebagai supir angkot membuat orang tuanya percaya dan mengamanahkannya sebuah angkot baru. Kesabarannya dalam menyikapi peristiwa yang mengecewakan terbayar lunas dalam kurun waktu hanya 1 hari.
Jangan lihat angkotnya, tapi lihatlah keteguhannya, kesabarannya dan kinerjanya yang mampu menumbuhkan rasa percaya kepada pak supir.
Bagaimana dengan saya? Performance saya masih jauh dari sempurna, etos kerja saya masih rendah, bahkan keluhan kerap terucap.
Bagaimana dengan Anda? Semoga Anda jauh lebih baik dari saya.
Bagaimana dengan usaha/perusahaan Anda? Apakah terdiri dari orang-orang dengan etos kerja seperti pak supir tersebut? Jika sudah, selamat, perusahaan Anda telah menerapkan sistem kerja yang kondusif untuk pengembangan pribadi maupun financial setiap personil yang terlibat dalam usaha Anda, namun jika belum bahkan Anda sendiri selaku pemilik usaha belum memiliki etos kerja yang adil dan tidak amanah maka akan lebih baik jika semua pihak yang terlibat melakukan kajian ulang terhadap sistem kerja serta proses komunikasi yang berlaku saat ini.
Pak supir, terima kasih atas kisahmu. Siangku hari ini menjadi begitu sangat indah dan bermakna.
Demikian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

*see you at the vertical limit the place where only good man can reach!!!*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Menyikapi Cobaan Dalam Usaha (part 2) **Besar Kecilnya Usaha**

Tinggalkan komentar

Kalau tidak salah menurut aturan usaha yang ada di Indonesia yang disebut dengan usaha kecil adalah usaha yang memiliki modal di bawah 500juta rupiah, di atas itu disebut menengah dan usaha besar, besaran modal untuk usaha menengah/besar saya tidak tahu tepatnya berapa. Demikian definisi besar kecilnya usaha ditinjau dari KUANTITATIF MODAL/HARTA yang dimiliki sebuah usaha.

Tulisan kali ini mencoba untuk memperluas arti usaha kecil/besar, tidak hanya melihat dari sisi kuantitatif namun berusaha mencermati sisi kualitatif dari sebuah usaha/perusahaan.

Menurut saya perusahaan yang berkualitas adalah perusahaan yang mampu memberikan kemaslahatan yang maksimal bagi pihak eksternal dan internal perusahaan. Jika sebuah perusahaan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat, bermanfaat, dan memenuhi kebutuhan orang lain (personal/masyarakat) baik berupa barang ataupun jasa dengan kualitas yang memuaskan, serta segenap yang terlibat (internal perusahaan) merasa puas, dihargai dan mendapatkan rewards yang proporsional bahkan lebih maka perusahaan tersebut dapat dikatakan PERUSAHAAN BESAR, tak memandang berapa kuantitas modal/aset perusahaan tersebut.
Walau sebuah perusahaan hanya mempunyai modal/aset yang kecil tapi jika perusahaan tersebut memberikan kemaslahatan yang maksimal dan segenap personil (internal) yang terlibat merasa nyaman dan dihargai dengan baik maka perusahaan dengan modal kecil tersebut adalah PERUSAHAAN BESAR. Besar di mata dan di hati pihak eksternal maupun internal.
Idealnya, sebuah perusahaan itu besar dalam hal modal/aset serta besar dalam kualitas, seperti yang tersebut di atas.
Jika usaha Anda masih bermodal kecil jangan takut menghadapi perusahaan yang besar (modal/aset berlimpah) karena untuk jadi besar bukan modal atau aset yang utama namun kualitas yang utama.
Begitu juga jika usaha Anda telah besar dalam hal modal/aset jadikanlah usaha Anda besar sejati, besar di pandangan eksternal dan besar di internal.
Dari uraian di atas bukan berarti modal/aset besar tidak penting, namun hanya ingin mengingatkan bahwa seseorang/perusahaan dihargai secara tulus oleh pihak lain bukan dari seberapa besar aset yang dimiliki tapi seberapa besar kontribusi perusahaan tersebut bagi masyarakat (eksternal) dan seberapa baik dan tepat perusahaan memberikan rewards bagi segenap personil yang terlibat dalam usaha (internal).
Demikian tulisan ini dibuat untuk memotivasi penulis sendiri dan teman-teman penulis yang saat ini ingin bangkit untuk membangun usahanya kembali.
Semoga bermanfaat bagi pembaca, mohon maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

Keep struggle my friends !!!
ZAMCO’ers give your best shoot, stay together, improve your business !!!

Dedicated to:
ZAMCO

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Menyikapi cobaan dalam usaha

4 Komentar

Prolog
Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Setiap mahluk memiliki umur yang berbeda-beda, banyak hal yang mempengaruhi panjang-pendeknya umur seseorang.

Begitu pula halnya dengan sebuah usaha atau perusahaan, masing-masing memiliki rentang umur yang berbeda. Karena perusahaan itu terdiri dari kumpulan mahluk yang bernyawa dengan segala kompleksifitasnya.
Berapa banyak perusahaan yang lahir tiap harinya dan berapa banyak pula perusahaan yang mati, dari yang mati secara perlahan sampai dengan mati (bangkrut) secara mendadak seperti seseorang yang meninggal terkena serangan jantung.
Jika kita meyakini bahwa setiap mahluk pasti mengalami mati maka jangan harap usaha/perusahaan yang kita miliki bisa hidup terus dan imun dari bangkrut, tidak ada yang abadi. Namun dengan memiliki pandangan seperti itu bukan berarti kita lemah dalam mengelola usaha/perusahaan, justru dengan itu seorang pengusaha yang bijak akan semaksimal mungkin memajukan usahanya dan akan dengan ikhlas berbagi keuntungan besar yang ia dapat untuk kesejahteraan bersama, setiap personil yang terlibat dilihat sebagai aset berharga bukan hanya sekedar alat yang digunakan untuk mencapai tujuan. Karena pada titik tertentu, apapun usaha Anda, berapapun modal atau aset yang Anda miliki, seberapapun solidnya team kerja Anda, seberapapun canggih sistem yang Anda miliki, yakinlah suatu saat PASTI akan mengalami cobaan.
Selayaknya manusia yang memiliki 2 jenis cobaan; cobaan dengan kelebihan dan cobaan dengan kekurangan. Usaha ataupun perusahaanpun akan dicoba dengan kesulitan dan kekurangan serta akan dicoba dengan keuntungan yang berlimpah dan dengan aset yang besar. Sikap dalam menghadapi dua kondisi yang berbeda itu pun tentunya akan berbeda. Bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi ke dua jenis cobaan tersebut? Tentunya kita mesti kembali kepada ajaran mulia Sang Maha Pencipta.
Apapun jenis godaan yang di hadapi selayaknya rasa saling berbagi, saling menghargai, tidak tamak, tidak menimbun harta berlebihan untuk diri sendiri, adalah sikap minimal yang semestinya di miliki oleh tiap pengusaha, baik kecil maupun besar. Karena setiap yang bernyawa pasti akan mati, karena itu kualitas hidup sebelum mati semestinya menjadi prioritas dalam hidup dan menjalankan usaha.

*bersambung kapan-kapan*

Dedicated to ZAMCO…..
Wake up bro, keep believe !!!

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

%d blogger menyukai ini: