Sadar atau tidak kita hidup di dunia yang selalu berubah tiap saat, perubahan itu adalah dinamika hidup yang senantiasa kita rasakan. Sadarkah kita bahwa komposisi awan (bentuknya) yang kita lihat di langit tidak pernah sama, sadarkah kita udara yang kita hirup senantiasa berbeda komposisinya, sadarkah kita bahwa kegiatan rutin yang sepertinya sama sebenarnya senantiasa berbeda. Tiap saat kita hidup di tengah perubahan, lingkungan yang dinamis.
Secara fisik kita senantiasa berubah, perubahan fisik secara pasti menuju tua, pun demikian keadaan jiwa kita, senantiasa berubah hanya saja arah perubahan dan kecepatan perubahan tiap orang berbeda bergantung pada cita-cita, dan paradigma seseorang tentang hidup dan kehidupan.

Dimana POSISI JIWA kita saat ini? Seberapa berkualitaskah kehidupan spritual kita saat ini? Seberapa berkualitaskah cita-cita kita? Seberapa dekatkah paradigma kita (tentang hidup dan kehidupan) dengan kebenaran?

Hati yang selamat, jiwa yang tenang dan akhir (kematian) yang baik, sebaiknya tiga hal tersebut dapat dijadikan bahan perenungan untuk kita.

Jika kondisi hati kita masih carut marut, jiwa kita tidak pernah tenang maka jangan harap akhir (kematian) kita berkualitas baik, bagaimana kualitas mati yang baik? Baca sejarah orang-orang mulia!!! Ambil hikmah perjalanan hidup mereka, setelah itu kita akan lebih baik jika berani untuk berubah, berubah menjadi pribadi yang berparadigma baik dan benar.
Apa dan bagaimana paradigma yang baik dan benar? Belajar, dekati para alim, orang yang memiliki ilmu kebenaran, jangan berhenti belajar teruslah cari. Niatkan hati untuk mendekati kebenaran, insya Alloh, Sang Khalik akan menuntun kita.
Demikian, maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

*bersambung*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com