Dalam sebuah persidangan hukum di pengadilan yang saya tahu terdapat hakim, jaksa, pengacara dan terdakwa serta para saksi. Jaksa bertugas menuntut terdakwa dengan hukuman berdasarkan pasal-pasal hukum yang berlaku, sebaliknya pengacara akan membela terdakwa agar tuntutan jaksa tidak berlebihan pengacara bertugas agar hukuman yang diberikan sesuai dengan kesalahannya, nah hakim nanti akan menilai secara objektif dari sisi yang lebih bijaksana. Demikian kurang lebihnya, jika pembaca ingin tahu lebih detail silahkan browsing lagi untuk mencari tugas masing-masing “tokoh” pengadilan tersebut.
Jika ada orang yang bersalah dan kesalahannya sudah melebihi “ambang batas” yang telah ditentukan oleh hukum negara maka orang tersebut dapat dilaporkan ke kepolisian yang selanjutnya akan diproses, jika telah memenuhi “syarat” maka akan berlanjut ke pengadilan. (Proses detailnya tergantung besar kecilnya perkara).
Tulisan kali ini bukan ingin membahas proses pengadilan secara detail,selain karena keterbatasan penulis, pembahasan secara detail perihal tersebut bukan di sini tempatnya. Tulisan kali ini ingin mengingatkan rekan-rekan yang berprofesi sebagai jaksa dan pengacara untuk ingat akan mati, akan hari akhir, akan pengadilan akhirat yang akan berlangsung setelah kita semua mati.
Seperti apa semestinya seorang jaksa dan pengacara bertugas? Amanah apa yang mereka emban pada tiap perkara yang berlangsung? Apa yang semestinya mereka lakukan? Merekalah (para jaksa dan pengacara) yang paling tahu amanah sebenarnya yang mereka emban sesuai dengan hukum yang berlaku. Tiap godaan PASTI ada dalam menjalankan tugas, semua godaan pasti datang (harta, tahta, syahwat), godaan itu bertujuan untuk melencengkan para pilar pengadilan ini dari tugas mereka sebenarnya.
Saya orang awam, awam akan detail hukum, namun saya orang yang (Alhamdulillah) masih punya hati, hati yang dapat “melihat” dengan caranya yang unik dapat melihat yang tersembunyi dari sebuah berita. Bukan hanya hati saya yang dapat “melihat” hal tersembunyi, hati pembaca, hati semua orang pun sama, hanya saja mungkin tingkat sensitiftasnya yang berbeda namun pada dasarnya hati kita semua dapat melihat dengan jelas !!! Entah kenapa saya kesal dan resah jika melihat atau membaca berita tentang proses hukum yang sedang jadi sorotan media, seperti apa kekesalan saya cukup saya saja yang tahu.
Saya ingin mengingatkan kepada para JAKSA, bekerjalah sesuai dengan amanah Anda, tuntutlah orang sesuai dengan kesalahannya, jangan dikurangi dan jangan dilebihkan, tuntutlah dengan pas!!!
Melaluli tulisan ini pula saya mengingatkan para PENGACARA untuk menjalankan amanah Anda dengan benar, jangan menganjurkan/mengajarkan “klien” Anda untuk berbohong, jangan membenarkan kesalahan klien Anda, jangan peralat klien Anda untuk meraih keuntungan pribadi, arahkan klien Anda untuk mengakui kesalahannya dengan tulus dan berjanji akan berubah menjadi lebih baik dan bersedia menerima hukuman setimpal, dengan ketulusan pengakuan dan janji yang ikhlas diharapkan hukuman akan lebih ringan. Janganlah para pengacara membenarkan yang salah, mencari pembenaran akan kesalahan.
Demikian, mohon maaf jika kurang berkenan, sekali lagi penulis ingatkan bahwa setelah hidup kita semua akan mati, akan ada hari akhir, akan ada pengadilan akhirat yang akan berlangsung setelah kita semua mati.

Asalamualaikum.

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com