History : Sejarah
His story : Cerita-nya (ceritanya laki-laki)

Dalam rangkain sejarah peradaban manusia memang didominasi oleh perjalanan hidup laki-laki (bukan berarti wanita tidak dominan dalam mewarnai sejarah). Bahkan sejarah itu sendiri adalah rangkain cerita hidup (sebagian besar hampir 100%) para lelaki. Sejarah peradaban manusia, adalah cerita perjalanan hidup para Nabi, para tokoh besar. Di sisi “putih” para Nabi berbaris teratur melanjuti “cerita” kebaikan, diikuti oleh para lelaki yang baik dengan bukti hidup yang jelas dan luar biasa baik dan spektakuler. Di sisi “hitam” berbaris pula tokoh-tokoh yang menjadi rival dari “sisi putih”. Siklus itu terus berlanjut sampai sekarang
Demikian pula dengan bangsa ini, sejarah kejayaan masa lalu, ditoreh demikian beragam oleh para orang-orang hebat pada masanya.
Setelah masa mereka berlalu, sejarah mereka, jalan hidup mereka, cerita hidup mereka menjadi kajian dan pelajaran bagi generasi berikutnya.
Semakin besar peran kita, semakin besar amanah yang kita emban, semakin besar kontribusi kita terhadap sejarah.
Kita sangat tahu kontribusi apa yang telah kita berikan pada sejarah kita, lingkungan dan bangsa kita.
Pilihan ada pada kita, mau berbaris di sisi putih atau sisi hitam. Dan perlu diingat, warna kita sebenarnya akan terungkap, cepat atau lambat, kita tak kan mampu menutupi warna asli kita.
Jika warna kita hitam tapi sok putih percayalah sikap sok putih itu tidak akan mengubah warna asli kita yang hitam.
So, wake up !!! Be honest !!!
Karena orang suci tidak pernah sok suci, hanya orang kotor yang punya sikap sok suci !!!
Demikian, maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

Maafkan ayah anak-anakku, saat ini sejarah ayah belum dapat kalian banggakan, namun setidaknya ayah berusaha agar kalian mampu mengukir sejarah putih nan indah.

***bersambung***

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com