Pagi jelang siang hari ini, sepulang dari Kampus IPB Dramaga, sembari menunggu bus Transpakuan di terminal bis Bubulak saya duduk di warung kopi yang berdempetan dengan mushola. Di samping saya duduk seorang Bapak (supir bis Transpakuan) sedang berbincang dengan pemilik warung yang dipanggil Pak Kumis. Selintas obrolan mereka biasa saja dan dikarenakan menggunakan bahasa Sunda yang kurang begitu saya pahami secara detail maka saya hanya memahaminya secara garis besar saja inti obrolan mereka tersebut.
Mereka membahas tentang keberhasilan yang tertunda !!! Luar biasa!!!!. Pak supir menceritakan tentang kisahnya dulu sewaktu masih jadi supir angkot, kala itu ia “narik” (istilah yang sering digunakan untuk bekerja sebagai supir angkot) mobil angkot milik orang lain, ia bekerja dengan tekun hingga pada suatu hari ia tidak diperbolehkan lagi “narik” angkot dikarenakan ada saudara pemilik angkot yang ingin “narik” juga, pak supir tersebut merasa diperlakukan tidak adil namun ia menerimanya dengan sabar. Orang tua pak supir tersebut mengetahui kejadian tersebut dan karena orang tuanya mengetahui performance dan kinerja pak supir tersebut baik maka esok harinya orang tua pak supir membelikannya angkot baru dengan cara hard cash.
Pak supir tersebut menceritakan kisahnya dengan antusias sembari menutup ceritanya dengan ucapan yang saya mengerti dengan baik (menggunakan bahasa Indonesia), dia bilang peristiwa yang mengecewakan adalah KEBERHASILAN YANG TERTUNDA, buah dari kinerja yang baik sebagai supir angkot membuat orang tuanya percaya dan mengamanahkannya sebuah angkot baru. Kesabarannya dalam menyikapi peristiwa yang mengecewakan terbayar lunas dalam kurun waktu hanya 1 hari.
Jangan lihat angkotnya, tapi lihatlah keteguhannya, kesabarannya dan kinerjanya yang mampu menumbuhkan rasa percaya kepada pak supir.
Bagaimana dengan saya? Performance saya masih jauh dari sempurna, etos kerja saya masih rendah, bahkan keluhan kerap terucap.
Bagaimana dengan Anda? Semoga Anda jauh lebih baik dari saya.
Bagaimana dengan usaha/perusahaan Anda? Apakah terdiri dari orang-orang dengan etos kerja seperti pak supir tersebut? Jika sudah, selamat, perusahaan Anda telah menerapkan sistem kerja yang kondusif untuk pengembangan pribadi maupun financial setiap personil yang terlibat dalam usaha Anda, namun jika belum bahkan Anda sendiri selaku pemilik usaha belum memiliki etos kerja yang adil dan tidak amanah maka akan lebih baik jika semua pihak yang terlibat melakukan kajian ulang terhadap sistem kerja serta proses komunikasi yang berlaku saat ini.
Pak supir, terima kasih atas kisahmu. Siangku hari ini menjadi begitu sangat indah dan bermakna.
Demikian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

*see you at the vertical limit the place where only good man can reach!!!*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com