Kemaren, Minggu 9 Januari 2011, bersama keluarga jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Itu adalah kali ke-2 saya ke pantai Pelabuhan Ratu, kali pertama sewaktu saya masih SMP.
Pantai di sana masih seperti dulu, ombaknya, angin lautnya, pemandangan ke arah laut masih tetap memberikan daya tarik bagi siapapun yang memandangnya. Hanya saja yang disayangkan adalah pembangunan di sekitar pantai, banyak sekali bangunan yang kurang rapih, hingga terkesan kumuh, ditambah lagi sampah yang berceceran, mencemari pemandangan pantai yang semestinya indah dan nyaman untuk dinikmati.
Tulisan kali ini tidak ingin membahas tentang Pelabuhan Ratu, tulisan ini ingin membahas keberanian dalam menghadapi situasi dan kondisi yang baru kita hadapi dan tidak pernah kita temui sebelumnya.
Putra saya yang pertama Muhamad Zaky Firmansyah (hari ini berusia 5th8bln3hari) dan putri saya yang kedua Fatimah Shafa Az Zahra (hari ini berusia 1th4bln10hari) baru kemarin mereka melihat pantai, melihat “banyak”nya air, ombak yang datang silih berganti menyentuh pantai. Di saat sebagian anak kecil takut menghampiri ombak, kedua anak saya malah berlari menghampirinya.
Aa zaky, terlihat lepas, berlari dan sangat menikmati suasana pantai, dalam hati saya berucap,”Alhamdulillah akhirnya Zaky berani” karena selama ini dia takut sekali sama air, pernah suatu kali diajak berenang di kolam renang takut bahkan sampai nangis.
De’ Shafa gak kalah beraninya, dia malah ingin berlari lebih jauh menghampiri ombak, karena alasan keselamatan, de’ shafa hanya main di pinggir pantai sambil sesekali maju sedikit untuk menyentuh air laut.
Pagi ini, di dalam bis Damri menuju ke airport, saya menulis, merenungi keberanian putra putri saya bermain di pantai. Pantai adalah sebuah situasi dan kondisi yang baru buat mereka, dan mereka berani untuk menghadapinya, dengan keberanian itu mereka akhirnya dapat menikmati suasana pantai, mereka dapat merasakan sentuhan air laut, mendengar suara deburan ombak, melihat indahnya ombak yang bergulung silih berganti menyentuh pasir di pantai.
Saya senang karena Zaky tidak takut air, saya senang karena dia berani (mudah”an ketakutan dia akan flying fox juga nanti hilang).
Terima kasih anak-anakku, kalian telah menginpirasi ayah untuk berani menghadapi perubahan, berani untuk berubah, berani menghadapi situasi dan kondisi yang baru, semoga ayah, mamah dan kalian dapat senantiasa bersama menghadapi dan menikmati keindahan dinamika perubahan.
Be BRAVE to CHANGED and Be BRAVE to CHANGE my kids !!!

arie prasetya
ayah zaky & zahra