[almost 100%] History = His story

Tinggalkan komentar

History : Sejarah
His story : Cerita-nya (ceritanya laki-laki)

Dalam rangkain sejarah peradaban manusia memang didominasi oleh perjalanan hidup laki-laki (bukan berarti wanita tidak dominan dalam mewarnai sejarah). Bahkan sejarah itu sendiri adalah rangkain cerita hidup (sebagian besar hampir 100%) para lelaki. Sejarah peradaban manusia, adalah cerita perjalanan hidup para Nabi, para tokoh besar. Di sisi “putih” para Nabi berbaris teratur melanjuti “cerita” kebaikan, diikuti oleh para lelaki yang baik dengan bukti hidup yang jelas dan luar biasa baik dan spektakuler. Di sisi “hitam” berbaris pula tokoh-tokoh yang menjadi rival dari “sisi putih”. Siklus itu terus berlanjut sampai sekarang
Demikian pula dengan bangsa ini, sejarah kejayaan masa lalu, ditoreh demikian beragam oleh para orang-orang hebat pada masanya.
Setelah masa mereka berlalu, sejarah mereka, jalan hidup mereka, cerita hidup mereka menjadi kajian dan pelajaran bagi generasi berikutnya.
Semakin besar peran kita, semakin besar amanah yang kita emban, semakin besar kontribusi kita terhadap sejarah.
Kita sangat tahu kontribusi apa yang telah kita berikan pada sejarah kita, lingkungan dan bangsa kita.
Pilihan ada pada kita, mau berbaris di sisi putih atau sisi hitam. Dan perlu diingat, warna kita sebenarnya akan terungkap, cepat atau lambat, kita tak kan mampu menutupi warna asli kita.
Jika warna kita hitam tapi sok putih percayalah sikap sok putih itu tidak akan mengubah warna asli kita yang hitam.
So, wake up !!! Be honest !!!
Karena orang suci tidak pernah sok suci, hanya orang kotor yang punya sikap sok suci !!!
Demikian, maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

Maafkan ayah anak-anakku, saat ini sejarah ayah belum dapat kalian banggakan, namun setidaknya ayah berusaha agar kalian mampu mengukir sejarah putih nan indah.

***bersambung***

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Public Diplomacy 2.0 part 2 (Business Version) = I’m [your] sense

Tinggalkan komentar

Melanjuti tulisan saya sebelumnya yang berjudul Public Diplomacy 2.0, tulisan kali ini mencoba membahas kebijakan tersebut untuk dapat di aplikasikan dalam sebuah usaha/perusahaan. (Penulis menganjurkan pembaca untuk membaca tulisan sebelumnya)

Di era teknologi informasi saat ini, selayaknya sebuah usaha menerapkan strategi Public Diplomacy 2.0, selain strategi ini low cost (berbiaya rendah) hasilnya pun sangat baik dan efektif / high impact (efektifitas tergantung dari penguasaan pelaku usaha terhadap fitur-fitur yang ada di web 2.0). Untuk membedakan Public Diplomacy 2.0 yang saya bahas di tulisan saya sebelumnya, maka saya menamakan Public Diplomacy 2.0 business version dengan nama Integrated Marketing Sales aNd SErvice yang saya singkat dan ingin saya populerkan dengan istilah I’M SENSE.

I’m [your] Sense

Integrated Marketing, Sales and Services, Pemasaran, Penjualan dan Pelayanan Terpadu. I’m sense adalah sebuah tools yang mampu mengintegrasikan ke tiga elemen penting dalam usaha tersebut, dengan biaya yang relatif murah, tools I’m sense ini saya yakini mampu meningkatkan revenue dan kedekatan psikologis antara pelaku usaha dan konsumen menjadi semakin dekat dan dalam jangka pendek dan panjang akan sangat menguntungkan ke dua pihak. Sudah terbukti !!!

How it works?

Tools I’m Sense “bekerja” dengan porsi 80% di web 2.0 dan 20% offline.
Keterangan yang lebih detail mengenai bagaimana I’m Sense bekerja akan saya sambung di http://iamsense.wordpress.com atau dapat langsung menghubungi saya via e-mail: arie_joel@yahoo.com
Jika Anda pemilik usaha, manager pemasaran, penjualan, PR, atau posisi lain yang berkaitan erat dengan peningkatan revenue yang efektif dan efisien, segera dan jangan ragu menghubungi saya via e-mail, let’s talking about business…

Demikian, terima kasih.

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Obrolan Warung Kopi

3 Komentar

Pagi jelang siang hari ini, sepulang dari Kampus IPB Dramaga, sembari menunggu bus Transpakuan di terminal bis Bubulak saya duduk di warung kopi yang berdempetan dengan mushola. Di samping saya duduk seorang Bapak (supir bis Transpakuan) sedang berbincang dengan pemilik warung yang dipanggil Pak Kumis. Selintas obrolan mereka biasa saja dan dikarenakan menggunakan bahasa Sunda yang kurang begitu saya pahami secara detail maka saya hanya memahaminya secara garis besar saja inti obrolan mereka tersebut.
Mereka membahas tentang keberhasilan yang tertunda !!! Luar biasa!!!!. Pak supir menceritakan tentang kisahnya dulu sewaktu masih jadi supir angkot, kala itu ia “narik” (istilah yang sering digunakan untuk bekerja sebagai supir angkot) mobil angkot milik orang lain, ia bekerja dengan tekun hingga pada suatu hari ia tidak diperbolehkan lagi “narik” angkot dikarenakan ada saudara pemilik angkot yang ingin “narik” juga, pak supir tersebut merasa diperlakukan tidak adil namun ia menerimanya dengan sabar. Orang tua pak supir tersebut mengetahui kejadian tersebut dan karena orang tuanya mengetahui performance dan kinerja pak supir tersebut baik maka esok harinya orang tua pak supir membelikannya angkot baru dengan cara hard cash.
Pak supir tersebut menceritakan kisahnya dengan antusias sembari menutup ceritanya dengan ucapan yang saya mengerti dengan baik (menggunakan bahasa Indonesia), dia bilang peristiwa yang mengecewakan adalah KEBERHASILAN YANG TERTUNDA, buah dari kinerja yang baik sebagai supir angkot membuat orang tuanya percaya dan mengamanahkannya sebuah angkot baru. Kesabarannya dalam menyikapi peristiwa yang mengecewakan terbayar lunas dalam kurun waktu hanya 1 hari.
Jangan lihat angkotnya, tapi lihatlah keteguhannya, kesabarannya dan kinerjanya yang mampu menumbuhkan rasa percaya kepada pak supir.
Bagaimana dengan saya? Performance saya masih jauh dari sempurna, etos kerja saya masih rendah, bahkan keluhan kerap terucap.
Bagaimana dengan Anda? Semoga Anda jauh lebih baik dari saya.
Bagaimana dengan usaha/perusahaan Anda? Apakah terdiri dari orang-orang dengan etos kerja seperti pak supir tersebut? Jika sudah, selamat, perusahaan Anda telah menerapkan sistem kerja yang kondusif untuk pengembangan pribadi maupun financial setiap personil yang terlibat dalam usaha Anda, namun jika belum bahkan Anda sendiri selaku pemilik usaha belum memiliki etos kerja yang adil dan tidak amanah maka akan lebih baik jika semua pihak yang terlibat melakukan kajian ulang terhadap sistem kerja serta proses komunikasi yang berlaku saat ini.
Pak supir, terima kasih atas kisahmu. Siangku hari ini menjadi begitu sangat indah dan bermakna.
Demikian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

*see you at the vertical limit the place where only good man can reach!!!*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Sejarah adalah Pilihan

2 Komentar

Tiap orang adalah pelaku sejarah, dimanapun ia berada, apapun profesinya, bagaimanapun kondisinya tiap individu adalah pelaku sejarah, mempunyai kontribusi yang nyata bagi jalannya sejarah peradaban manusia, besarnya kontribusi dari tiap individu tentunya bervariasi.
Semakin besar porsi tanggung jawab (amanah) yang Anda emban maka semakin besar kontribusi Anda dalam “mewarnai” sejarah. Warna sejarah apa yang ingin kita tulis? Itu adalah sebuah pilihan!!!
Apapun profesi kita saat ini, sebaiknya memberikan kontribusi yang positif berdasarkan nilai-nilai mulia kepada bangsa ini patut dilakukan. Walaupun warna yang kita berikan tidak dominan di tengah warna hitam gelap kelam nan pekat namun itulah warna kita. Itulah sejarah kita, sejarah dengan warna yang berbeda. Jika orang lain selalu saja memberikan kontribusi warna gelap bagi sejarah bangsa ini doakan saja mereka masih diberikan waktu bertobat sebelum ajal tiba.
Ini warna sejarahku… Walau tak seindah pelangi, namun kucoba untuk selalu bersih……..

Koreksi / edit 26012011 07.00 WIB)
Ada komentar dari miftahgeek yang mengkritisi paragraf “pelangi”, saya membenarkan pendapatnya, terima kasih ya miftah. Karena itu saya merevisi paragraf terakhir menjadi :

Ini warna sejarahku, walau tak seputih cahaya putih namun kucoba untuk selalu bersih…

*bersambung……….*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Public Diplomacy 2.0

4 Komentar

Kutipan:
Dalam kawat diplomatik itu, pola menggandeng masyarakat dunia maya untuk menyampaikan pesan dan informasi AS disebut kedutaan besar AS di Indonesia sebagai Public Diplomacy 2.0.

Tulisan lengkap terkait kutipan di atas silahkan lihat di http://news.id.msn.com/okezone/sci-tech/article.aspx?cp-documentid=4587514

Sebelum melanjutkan membaca tulisan ini saya anjurkan pembaca membaca artikel link di atas…

Public Diplomacy 2.0

Sebuah istilah yang saya artikan sebagai sebuah strategi dalam melakukan diplomasi agar situasi dan kondisi menjadi lebih kondusif untuk mencapai sebuah tujuan melalui (media internet) web versi 2.0, website yang lebih interaktif dan terbuka. Dan ternyata diplomasi dengan cara ini terbukti efektif !!!

Tulisan kali ini bukan ingin membahas sisi politik “bocoran” dari WIKILEAKS perihal Public Diplomacy 2.0 yang diterapkan kedubes AS untuk menggandeng masyarakat Indonesia melaluli web 2.0, namun ingin membahas efektifitas strategi tersebut dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari strategi tersebut.
Menurut bocoran wikileaks kedubes AS di Indonesia “hanya” mengeluarkan dana sekitar US$ 100.000 (kurang dari 1 Miliar rupiah) untuk menebarkan pesonanya dengan tujuan agar agenda kedatangan Barrack Husein Obama di Indonesia disambut dengan antusias dan didukung oleh masyarakat Indonesia khususnya para netter Indonesia. Menurut saya dana tersebut adalah jumlah yang sangat sedikit jika dilihat betapa berhasilnya public diplomacy 2.0 dalam memuluskan agenda kedatangan Obama ke Indonesia. Tentunya banyak hal lain yang dipersiapkan dengan dana yang tidak sedikit namun harus diacungi jempol bahwa strategi ini memberikan kontribusi yang berarti bagi kelancaran agenda kedatangan Obama di Indonesia. Public Diplomacy 2.0 benar-benar menerapkan prinsip Low Cost High Impact.

Be Effective with Public Diplomacy 2.0

Strategi atau kebijakan public diplomacy 2.0 dapat diterapkan oleh siapa saja, baik personal maupun organisasi/perusahaan karena saat ini masyarakat sedang tumbuh menuju era komunikasi digital, masyarakat sedang tumbuh menuju “dunia yang makin kecil / internet”, lihatlah data statistik pengguna internet / pengakses data di Indonesia, tiap tahun cenderung meningkat.
Maksimalkan fasilitas akses internet yang Anda miliki untuk kemaslahatan Anda. Karena dengan biaya yang murah melalui internet Anda dapat menjalin hubungan baik dengan teman dan kolega bisnis Anda, jaga attitude Anda, jujur dan tuluslah dalam berkomunikasi, bicara yang baik dan jika tidak bisa berbicara baik maka diam lebih baik untuk Anda. Melalui internet Anda dapat “menjaring” teman-teman lama Anda dan menjalin silaturahmi yang sempat terputus. Demikian sejatinya sebuah diplomasi, menjalin hubungan baik dengan cara yang baik demi mewujudkan suatu yang baik / kebaikan bersama
Jika ternyata dalam diplomasi ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan maka perlu ditinjau kembali hubungan diplomasi tersebut.

Demikian, maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

*bersambung >I’m sense*

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Menyikapi Cobaan Dalam Usaha (part 2) **Besar Kecilnya Usaha**

Tinggalkan komentar

Kalau tidak salah menurut aturan usaha yang ada di Indonesia yang disebut dengan usaha kecil adalah usaha yang memiliki modal di bawah 500juta rupiah, di atas itu disebut menengah dan usaha besar, besaran modal untuk usaha menengah/besar saya tidak tahu tepatnya berapa. Demikian definisi besar kecilnya usaha ditinjau dari KUANTITATIF MODAL/HARTA yang dimiliki sebuah usaha.

Tulisan kali ini mencoba untuk memperluas arti usaha kecil/besar, tidak hanya melihat dari sisi kuantitatif namun berusaha mencermati sisi kualitatif dari sebuah usaha/perusahaan.

Menurut saya perusahaan yang berkualitas adalah perusahaan yang mampu memberikan kemaslahatan yang maksimal bagi pihak eksternal dan internal perusahaan. Jika sebuah perusahaan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat, bermanfaat, dan memenuhi kebutuhan orang lain (personal/masyarakat) baik berupa barang ataupun jasa dengan kualitas yang memuaskan, serta segenap yang terlibat (internal perusahaan) merasa puas, dihargai dan mendapatkan rewards yang proporsional bahkan lebih maka perusahaan tersebut dapat dikatakan PERUSAHAAN BESAR, tak memandang berapa kuantitas modal/aset perusahaan tersebut.
Walau sebuah perusahaan hanya mempunyai modal/aset yang kecil tapi jika perusahaan tersebut memberikan kemaslahatan yang maksimal dan segenap personil (internal) yang terlibat merasa nyaman dan dihargai dengan baik maka perusahaan dengan modal kecil tersebut adalah PERUSAHAAN BESAR. Besar di mata dan di hati pihak eksternal maupun internal.
Idealnya, sebuah perusahaan itu besar dalam hal modal/aset serta besar dalam kualitas, seperti yang tersebut di atas.
Jika usaha Anda masih bermodal kecil jangan takut menghadapi perusahaan yang besar (modal/aset berlimpah) karena untuk jadi besar bukan modal atau aset yang utama namun kualitas yang utama.
Begitu juga jika usaha Anda telah besar dalam hal modal/aset jadikanlah usaha Anda besar sejati, besar di pandangan eksternal dan besar di internal.
Dari uraian di atas bukan berarti modal/aset besar tidak penting, namun hanya ingin mengingatkan bahwa seseorang/perusahaan dihargai secara tulus oleh pihak lain bukan dari seberapa besar aset yang dimiliki tapi seberapa besar kontribusi perusahaan tersebut bagi masyarakat (eksternal) dan seberapa baik dan tepat perusahaan memberikan rewards bagi segenap personil yang terlibat dalam usaha (internal).
Demikian tulisan ini dibuat untuk memotivasi penulis sendiri dan teman-teman penulis yang saat ini ingin bangkit untuk membangun usahanya kembali.
Semoga bermanfaat bagi pembaca, mohon maaf jika tidak sependapat dengan pembaca.

Keep struggle my friends !!!
ZAMCO’ers give your best shoot, stay together, improve your business !!!

Dedicated to:
ZAMCO

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Menyikapi cobaan dalam usaha

4 Komentar

Prolog
Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Setiap mahluk memiliki umur yang berbeda-beda, banyak hal yang mempengaruhi panjang-pendeknya umur seseorang.

Begitu pula halnya dengan sebuah usaha atau perusahaan, masing-masing memiliki rentang umur yang berbeda. Karena perusahaan itu terdiri dari kumpulan mahluk yang bernyawa dengan segala kompleksifitasnya.
Berapa banyak perusahaan yang lahir tiap harinya dan berapa banyak pula perusahaan yang mati, dari yang mati secara perlahan sampai dengan mati (bangkrut) secara mendadak seperti seseorang yang meninggal terkena serangan jantung.
Jika kita meyakini bahwa setiap mahluk pasti mengalami mati maka jangan harap usaha/perusahaan yang kita miliki bisa hidup terus dan imun dari bangkrut, tidak ada yang abadi. Namun dengan memiliki pandangan seperti itu bukan berarti kita lemah dalam mengelola usaha/perusahaan, justru dengan itu seorang pengusaha yang bijak akan semaksimal mungkin memajukan usahanya dan akan dengan ikhlas berbagi keuntungan besar yang ia dapat untuk kesejahteraan bersama, setiap personil yang terlibat dilihat sebagai aset berharga bukan hanya sekedar alat yang digunakan untuk mencapai tujuan. Karena pada titik tertentu, apapun usaha Anda, berapapun modal atau aset yang Anda miliki, seberapapun solidnya team kerja Anda, seberapapun canggih sistem yang Anda miliki, yakinlah suatu saat PASTI akan mengalami cobaan.
Selayaknya manusia yang memiliki 2 jenis cobaan; cobaan dengan kelebihan dan cobaan dengan kekurangan. Usaha ataupun perusahaanpun akan dicoba dengan kesulitan dan kekurangan serta akan dicoba dengan keuntungan yang berlimpah dan dengan aset yang besar. Sikap dalam menghadapi dua kondisi yang berbeda itu pun tentunya akan berbeda. Bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi ke dua jenis cobaan tersebut? Tentunya kita mesti kembali kepada ajaran mulia Sang Maha Pencipta.
Apapun jenis godaan yang di hadapi selayaknya rasa saling berbagi, saling menghargai, tidak tamak, tidak menimbun harta berlebihan untuk diri sendiri, adalah sikap minimal yang semestinya di miliki oleh tiap pengusaha, baik kecil maupun besar. Karena setiap yang bernyawa pasti akan mati, karena itu kualitas hidup sebelum mati semestinya menjadi prioritas dalam hidup dan menjalankan usaha.

*bersambung kapan-kapan*

Dedicated to ZAMCO…..
Wake up bro, keep believe !!!

arie prasetya
ayah zaky & zahra
https://beranibaca.wordpress.com

Older Entries

%d blogger menyukai ini: