Setiap peristiwa yang terjadi dan dilalui oleh setiap orang mempunyai efek atau pengaruh yang berbeda-beda pada diri tiap orang.
Bulan ramadhan adalah rangkaian waktu dari sekian panjangnya rangkaian waktu yang tidak ada satupun manusia mengetahui kapan berakhirnya. Siklus ramadhan akan senantiasa berulang di tiap tahun hijriah, membawa berbagai perubahan pada diri tiap pribadi yang menjalani puasa maupun yang tidak menjalankan ibadah puasa. Perubahan tersebut berbeda-beda pada tiap individu.
Setelah ramadhan berakhir waktu berganti ke bulan syawal, di mana tanggal 1 Syawal disebut dengan hari raya Idul Fitri dan di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya populer dengan sebutan LEBARAN.
Konon menurut orang tua asli betawi ( *Jakarta) dahulu kala pada saat idul fitri orang betawi zaman dulu saling maaf maafan sembari berkata LEBARAN ya buka pintu maafnya. (Pengucapan kata Lebar sama dengan pengucapan pada kata lebar x tinggi). Lama kelamaan pengucapan kata Lebaran berubah jadi seperti saat ini.
Harapan dari pengucapan kata lebaran adalah agar pintu maaf dibuka lebih lebar, dengan itu silaturahmi jadi semakin baik, tingkat saling percaya dan saling mengerti makin tinggi, dengan itu persaudaraan makin luas, relasi bertambah, langkah semakin ringan untuk berjalan, kalau semua itu tercipta insya Alloh ibadah akan semakin baik, hablum minannas akan harmonis, peluang menjemput rejeki lahir batin semakin terbuka lebar, semoga pintu ridho Alloh semakin terbuka lebar.
Demikian harapan pengucapan kata LEBARAN. Sebuah kata sederhana yang terselib sebuah doa yang besar, sungguh cerdas yang mempopulerkan kata LEBARAN.
Semoga bermanfaat, mohon maaf jika kurang berkenan di hati pembaca.
Selamat LEBARAN.