Media massa, apapun bentuknya mempunyai tanggung jawab moral dan tanggung jawab membangun moral. Moral seperti apa? Moral yang diyakini oleh masyarakat di mana media tersebut beredar… Lalu bagaimana dengan media internet, di mana internet mampu “beredar” di segenap penjuru dunia, lintas wilayah, lintas budaya, lintas agama. Internet pun tidak luput dari tanggung jawab moral, nah di sinilah peran penting pemerintah dengan teknologi yang dimiliki (jika belum dimiliki harap dilengkapi agar mumpuni) agar dapat membatasi lintas informasi agar moral bangsa tetap terjaga namun tetap memperhatikan hak-hak orang dalam mendapatkan informasi…

Media saat ini -menurut pendapat saya- sebagian besar “bergerak bebas” seolah tak ada batas dan terkadang dalam beberapa kasus kerap mengabaikan moral bangsa.

Coba kita lihat & kita dengar secara seksama, berita yangbelum tentu jelas kebenarannya sudah beredar demikian mudahnya, polisi di”sikat” habis, kasus video porno di ekspos bak berita besar yang sangat dahsyat alih-alih menghukum pelaku pornografi malah masyarakat yang sebelumnya belum pernah menonton hal-hal porno jadi ikut ingin menontonnya….

Belum lama ini pula, polisi — secara personal maupun institusi — di”hajar” habis-habisan oleh berita tentang korupsi di kalangan polisi, terkadang over generalisir, padahal polisi adalah institusi yang keberadaannya sangat diperlukan oleh masyarakat, namun dengan pemberitaan yang tidak pada tempatnya membuat wibawa polisi menjadi “jatuh” terpuruk di hadapan masyarakat. Kalau sudah terpuruk bagaimana polisi mampu berdiri tegak penuh wibawa di hadapan masyarakat? Tulisan ini bukan ingin membela polisi yang salah namun ingin menegaskan jangan karena ada beberapa orang yang salah kita berpikiran bahwa seluruh polisi seperti itu, pikiran seperti itu tidak baik untuk orang lain dan tidak baik untuk diri kita sendiri.

Dua paragraph di atas yang saya tampilkan hanya sebagian kecil contoh berita-berita yang sebaiknya kita lihat dan dengar secara bijak.

MEDIA POSITIF…

Saya sangat yakin bahwa bangsa ini membutuhkan media massa yang benar-benar mempunyai tanggung jawab moral terhadap bangsa ini, tidak hanya sekedar ingin meningkatkan rating, tidak hanya sekedar mencari sensasi, tidak hanya sekedar meningkatkan popularitas dan oplah… Pikirkan kembali efek psikologis dari berita yang akan disajikan kepada masyarakat luas.

Pendek katanya begini…. Jika memang artis terkenal  telah berbuat amoral biar saja aparat yang terkait memprosesnya, media jangan ikut-ikutan latah dan malah gencar menyiarkan berita-berita itu-itu aja…. sungguh saya marah karena dengan begitu orang yang tadinya belum pernah nonton video porno jadi terprovokasi ingin melihatnya..

Pendek katanya begini… Kalau polisi diberitakan sedemikian jeleknya bagaimana mereka (polisi-polisi yang amanah) dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal karena daya dukung dari masyarakat yang rendah kepada polisi karena masyarakat telah dijejali informasi yang kurang proporsional tentang polisi…

Sekali lagi tulisan ini tidak ingin membela siapa-siapa, tulisan ini hanya ingin mengajak pembaca untuk bijak dalam menyikapi berita..Proporsional dalam bersikap, bijak dalam mencerna berita.

Jika masih ada berita positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat kenapa pula kita mencari berita negatif yang mengotori otak dan hati masyarakat. Jika masih banyak berita yang mampu menentramkan hati dan otak masyarakat kenapa pula menyiarkan berita yang bisa bikin panas hati dan otak masyarakat.. Jika masih ada informasi yang mampu membangkitkan semangat juang masyarakat dalam menghadapi hidup dan kehidupannya kenapa pula menyajikan informasi yang membuat orang bingung dan pesimis…..

Masih banyak hal-hal positif yang bisa kita olah bagi masyarakat luas… Jika ada hal-hal buruk cukuplah negara dan aparat terkait yang menyelesaikannya, dengan catatan penyelesainnya adalah sesuai dengan amanah rakyat.

Saya yakin tulisan saya ini menuai kontra dari pembaca, mohon maaf ……………….

Jika tidak sependapat tolong tuliskan komentar Anda, mari kita saling berbagi namun jangan saling caci jika ada perbedaan pendapat…

Terima kasih