Kurang lebih 5 hari yg lalu, cermin yang kugantung di dinding jatuh, syukurnya gak pecah, terjatuh karena paku yang menancap di tembok jatuh (sepertinya sudah tak kuat lagi menahan beban).

Aku cepat tanggap, ku ambil paku yang terjatuh, karena menurut ku masih bagus aku coba menancapkannya lagi dengan palu, pada posisi yang sama, masih di lubang yang sama…. Tok,,, tok…. tok…. berkali-kali kucoba tapi gak bisa, bahkan paku itu jadi bengkok… AKu ganti paku dengan yang baru, dengan paku khusus tembok, tok…tok… tok… gak bisa juga, tembok itu begitu kuat….. ahhhhh hampir putus asa…. Ehhhh tiba-tiba si “nur” yang ngasuh anakku bilang, “Ganti tempatnya aja A arie, rada ke bawah”…. Aku ikuti sarannya dan ternyata dengan mudahnya aku menancapkan paku di posisi yang baru tersebut…. Aku bingung, padahal di tempat awal kan udah ada lubangnya, kenapa gak bisa, eh di titik yang baru yang belum ada lubangnya sama sekali malah lebih mudah…… dan posisi cermin jadi lebih tepat !!!

Ahaaaaaaaaa……. aku berpikir santai menyikapi peristiwa yang baru ku alami tadi….

Sederhana banget peristiwanya tapi mengandung hikmah yang demikian luar biasa… Ternyata “titik” yang menurut kita lebih mudah karena sudah ada “fasilitas” sebelumnya belum tentu mudah dan menghasilkan hasil yang maksimal. Ternyata titik baru yang terkesan lebih sulit karena kita mesti memulai dari awal belum tentu sulit…Intinya kita mesti berani mengambil alternatif lain yang ekstrim sekalipun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Amin..

Semoga cerita ini ada hikmahnya buat kita semua.

tok.. tok.. tok…. bahkan dari sebuah paku sekalipun ada banyak hikmah yang bisa kita ambil…

25042009816