Lebaran,

Sebuah istilah yang sangat populer di Indonesia, sebutan lain dari kata Hari “Perayaan” Idul Fitri, dalam kalender Hijriah bertanggal 1 Syawal.

Entah siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Saya pernah mendengar dari seorang sesepuh betawi bahwa lebaran dipopulerkan oleh orang betawi. Begini ceritanya, dahulu kala setelah sholat Id segenap warga bersilaturahmi satu sama lain, maaf-maafan (saling memaafkan beneran lho, bukan bo’ongan) sembari berkata “lebaran (lebih lebar / pengucapannya seperti pada kata panjang x LEBAR) ya buka pintu maafnya buat gue”. Berulang-ulang kata “LEBARAN” buka pintu maafnya diucapkan oleh setiap warga hingga lama kelamaan kata “LEBARAN” menjadi populer seperti saat ini, tapi pengucapannya sudah berbeda . Saat ini pengucapan kata LE-baran (LE-nya lebih tebal), kalo dulu pengucapannya seperti pengucapan pada panjang x LEBAR x tinggi. Demikian…..

Istilah, sejauh suatu istilah dapat mewakili makna yang ingin disampaikan maka istilah tersebut lama-kelamaan akan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik, hanya saja makna istilah tersebut semestinya senantiasa di ingatkan bagi para pengguna istilah tersebut.

Jika kita menggunakan kata Lebaran, akan lebih baik jika kita pun mampu memahaminya, hendaknya kita mampu untuk membuka lebih LEBAR pintu maaf bagi sesama, namun sejauh mana seseorang mampu membuka pintu maaf bergantung pada kualitas iman dan kebijaksanaan dirinya.

Kadang proses membuka pintu maaf tidak mudah pada sebagian orang dengan kasus tertentu, demikian yang kerap terjadi dengan diri saya. Sulit rasanya membuka pintu maaf untuk seseorang yang telah benar” mengecewakan diri, kadang hanya sebatas istighfar saja yang terucap belum mampu membuka pintu maaf yang seLEBAR-LEBARnya untuk orang tertentu. Karena itu, kita diberi kesempatan beberapa kali oleh Alloh untuk menjalani Ramadhan hingga dari waktu ke waktu kita dapat memperbaiki diri melalui proses yang berkesinambungan.

Ramadhan telah lewat, dosa masih menumpuk, bahkan membuka pintu maaf pun belum maksimal.

Ya Alloh, ampuni aku yang belum mampu maksimal membuka pintu maaf untuk orang yang telah mengecewakan hamba.

Ya Alloh, ampuni aku yang belum mampu berlapang dada kala kesempitan kau amanatkan padaku.

Ya Alloh, ampuni aku yang tidak mampu memanfaatkan Ramadhan secara maksimal untuk mendekatkan diriku pada-MU.

Ya Alloh, ampuni aku…. ampuni aku…. ampuni aku..

Anugerahkan hamba kesempatan untuk memperbaiki diri hamba,

Anugerahkan hamba kemudahan dalam memperbaiki diri menuju keridhoan-MU.

Ya Alloh, santuni hamba dengan kelembutan-Mu

Amin….

Ya Robb Al Amin.