Responsibility adalah bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai tanggung jawab. Responsibility jika diurai adalah “response – ability”.

Dalam bahasa Indonesia Response artinya adalah : jawaban, balasan ; tanggapan, reaksi.

Sedangkan ability artinya adalah : kecakapan, bakat, kemampuan ; ketangkasan, kesanggupan.

Dari uraian tersebut saya mengartikan responsibility sebagai kecakapan, bakat, kemampuan, ketangkasan dan kesanggupan individu / kelompok / benda dalam mengolah atau menyikapi sesuatu yang berasal dari faktor internal maupun eksternal yang ada guna membuahkan hasil maksimal yang positif.

Dalam situasi dan kondisi lingkungan / masyarakat yang “sehat” response–ability mempunyai kualitas dan kuantitas yang seimbang, proporsional, tepat dan harmonis, dan (atau) response–ability yang seimbang, proporsional, tepat dan harmonis kualitas dan kuantitasnya akan menghasilkan situasi dan kondisi lingkungan / masyarakat yang “sehat” atau ideal.

Sebaliknya dalam situasi dan kondisi lingkungan / masyarakat yang tidak sehat (chaos) response–ability mempunyai kualitas dan kuantitas yang tidak seimbang dan kurang tepat, dan (atau) response–ability yang tidak seimbang dan kurang tepat akan menghasilkan situasi dan kondisi lingkungan / masyarakat yang tidak sehat (chaos).

Berhubungan dengan response–ability saya mempunyai pertanyaan yang saya tujukan untuk diri saya sendiri (dan Anda jika berkenan) ;

· Jika Anda ditawarkan suatu posisi yang mengharapkan tingkat response tinggi (misalkan level 9 pada skala 1-10) sedangkan ability Anda hanya berada pada level 6, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan menolaknya, atau menerimanya begitu saja tanpa peduli akan tingkat ability Anda yang hanya berada pada level 6? Atau Anda menerimanya diiringi dengan tekad untuk meningkatkan ability Anda secara maksimal guna mencapai level ability yang dibutuhkan?.

· Jika Anda ditawarkan suatu posisi yang mengharapkan tingkat response rendah (misal level 5) sedangkan Anda merasa memiliki ability yang berlevel 9, apa keputusan Anda? Apakah Anda akan menolaknya atau menerimanya begitu saja dengan rendah hati tanpa memperdulikan tingkat ability Anda yang semestinya memperoleh posisi yang lebih tinggi? Atau apakah Anda akan menerimanya dengan hati yang kesal dan merasa orang yang menawarkan posisi tersebut tidak menghargai Anda sebagaimana mestinya?

Setiap tipe orang akan memiliki jawaban yang berbeda. Mana atau apa jawaban yang paling tepat?. Untuk mengukur ketepatan jawaban kita, sebaiknya kita merenungi sabda Rasulullah saww berikut ini, “Jika suatu pekerjaan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggu saja saat kehancurannya”, demikian kurang lebih sabda Rasulullah saww.

Tak peduli seberapa besar tinggi posisi dan kemampuan Anda saat ini, peningkatan kualitas response dan kualitas (dan kuantitas) ability sebaiknya senantiasa dilakukan. Kenalilah ability Anda, maksimalkan guna menghadapi tantangan yang ada saat ini dan di hari kemudian. Jika saat ini lingkungan Anda adalah lingkungan yang “tidak sehat” jangan lantas Anda terhanyut dan mematikan potensi ability Anda, tenang saja, tetaplah tingkatkan repsonse-ability Anda, setidaknya Anda telah berbuat baik untuk jiwa Anda sendiri, syukur-syukur orang lain dapat menirunya.

Temukan ability Anda yang sesungguhnya, berjalanlah sesuai dengannya, nikmati kepuasan, keindahan hidup bersama ability yang Anda miliki. Saat ini saya meyakini bahwa kita akan mendapatkan prestasi hidup yang sesungguhnya jika kita mampu mengenali, mengembangkan, memaksimalkan kemampuan kita yang sesungguhnya dan mengaplikasinnya dalam kehidupan sehari-hari guna meraih kemaslahatan bagi diri kita, keluarga, kerabat dekat dan lingkungan sekitar kita. Semakin banyak kemaslahatan yang Anda hasilkan, semakin berkualitas response-ability Anda.

Jika Anda mempunyai peran seorang Ayah maka Anda memiliki responsibility sebagai ayah, tingkatkan ability Anda sebagai ayah hingga mampu memberikan response terbaik untuk keluarga Anda.

Jika Anda mempunyai peran sebagai seorang ibu maka Anda memiliki responsibility sebagai ibu, tingkatkan ability Anda sebagai seorang ibu sehingga mampu memberikan response terbaik untuk keluarga Anda.

Demikian seterusnya. Mohon maaf jika kurang berkenan dan tidak sependapat dengan pembaca.